Apakah Keuangan Syariah Terancam Jika Kubu BREXIT Menang?

27 Jun 2016

Negara Inggris yang sedang menjadi sorotan dunia saat ini. Selain karena berita hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, juga dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi ekonomi berbasis syariah. 

Menurut sumber, sektor keuangan London mempunyai pangsa pasar 20% dari pasar global untuk perdagangan sekuritas. Inggris adalah negara yang menjadi satu-satunya jalan untuk mengakses pasar Eropa. Tentunya akan memberikan dampak yang mengganggu jalan industri jasa keuangan untuk mengakses pasar Eropa.

Berkat negara Inggris, sektor keuangan syariah bisa masuk ke pasar Eropa sejak dikeluarkannya Surat Utang Syariah (sukuk) pada tahun 2014. Sejak saat itu, keuangan syariah mulai masuk di segala pasar Eropa dan dicatat dalam bursa Amerika Serikat. 

Ditambah dengan jumlah populasi muslim Eropa semakin meningkat, kebutuhan akan jasa keuangan syariah pun makin bertambah. Tak heran jika banyak pengusaha Timur Tengah masuk ke pasar Eropa untuk mengembangkan jasa keuangan syariahnya. 

Adanya kejadian BREXIT tersebut, mimpi Inggris dalam membangun pusat industri keuangan syariah di London dikhawatirkan tidak terwujud. Sekadar informasi, saat ini ada 6 bank syariah yang berdiri secara penuh (full fledged) dan 20 lembaga pembiayaan syariah. Tak hanya itu, ada juga perusahaan hukum dan akuntan yang terlibat dalam industri sektor jasa keuangan syariah.

Issue yang beredar setelah adanya referendum BREXIT adalah, 100 orang akan kehilangan pekerjaannya dalam perusahaan itu. Besar kemungkinan, perusahaan keuangan berbasis syariah akan hengkang dari Inggris dan pindah ke Eropa untuk mencari Sumber Daya Manusia yang bisa diajak bekerja dan investasi di keuangan syariah.

Apakah keuangan syariah di Indonesia juga ikutan ternacam dengan adanya referendum BREXIT? Kita lihat saja.


TAGS lomba


-

Author

Follow Me


Archive